Sekuntum Nozomi – Buku Ketiga


Memperingati Sewindu JAKARTA Diperkosa, Dijarah, Dibunuh, dan Dibakar
12-15 MEI 1998

“Setelah membaca Sekuntum Nozomi buku ketiga ( Bab 40 s/d 44 ) mengenai tragedi Mei… Saya merasa hanyut ke dalam kepedihan…beyond words…kekaguman saya akan kepiawaian Marga menulis fiksi dengan fakta yang membawa saya kembali kepada emosi seperti saat saya mengumpulkan fakta tragedi 13-15 Mei 1998….sangat palpable”

Dr. Rosita S.Noer

“Setelah sewindu berlalu, pemerkosaan masal yang terjadi di bulan Mei’98 mulai muncul kembali dalamkarya sastra…Terima kasih untuk Marga T atas keberaniannya merekam dan memaksa kita bercermin pada lembar-lembar gelap sejarah negeri kita”

Melani Budianta

“Sekuntum Nozomi buku Ketiga buka sekedar kisah cinta tapi juga sketsa masyarakat indonesia pada akhir zaman Orde Baru dan awal Reformasi….”

Prof. Dr.Leo Suryadinata

“….Suatu transgresi kemanusiaan telah terjadi di tanah air ini. Karya Marga T perlu kita hargai. Semoga upayanya akan dilanjutkan oleh penulis berikut dan berikutnya”.

Richard Oh

“membaca buku ini. Peristiwa Mei 1998 yang mengguncangkan kita….kembali terhujam dalam kesadaran pembaca…menantang ‘the conscience of out nation’…Masih banyak orang tidak percaya, tidak mengakui peristiwa hitam ini telah terjadi….Mudah-mudahan hati nurani bangsa ini terketuk oleh buku monumental ini”

Wimar Witoelar

“Semua amoy keluar!!!”

Lydia menolak, “Saya bukan nonpri! Ini KTP saya! kan beda….”

Sintawati tak dapat membela diri begitu…

Seluruh royalti buku ini akan disumbangkan bagi para korban yang cacat akibat tragedi Mei 1998

Author Marga T

Leave a Comment