Archive | Books

Tags: , , ,

Buku – Kiss Me, Annabel ( Cium aku, Annabel ) – Eloisa James

Posted on 28 January 2012 by admin

Bagi Annabel Essex, seorang suami harus memenuhi kriteria kaya, memiliki gelar dan berkewarganegaraan Inggris. Ia sudah bosan hidup dalam kemiskinan sehingga menginginkan pria kaya raya yang akan memanjakannya dalam kemewahan. Tak perlu ada cinta di antara mereka, selama Annabel tak perlu banting tulang demi bisa bertahan hidup. Untuk mendapatkan pernikahan impian itu, Annabel pun rela menempuh segala cara.

Betapa beruntungnya, Annabel ketika akhirnya menemukan calon suami yang sesuai. Dan calon potensial itu sama sekali tidak seperti Earl of Ardmore pria miskin asal Skotlandia yang hanya dikaruniai mata yang menawan, otak yang cerdas dan ciuman yang memabukkan. Lantas, kenapa nasib malah menakdirkan Annabel bersama Ardmore dalam perjalanan ke Skotlandia untuk melangsungkan pernikahan? Tak disangka, permainan kata berhadiah ciuman yang mereka lakukan selama perjalanan menyingkap jati diri masing-masing. Akankah Annabel bersedia menerima Ardmore apa adanya?

Author Eloisa James

Comments (0)

Tags: , , , ,

Buku Septimus Heap ke 4 – Queste – Angie Sage

Posted on 27 January 2012 by admin

Ada masalah di Kastil, datangnya dari Merrin Meredith. Dia berencana Menggelapkan Nasib Septimus Heap.

Septimus terjebak dalam Queste, sebuah tugas yang harus dilakukan Murid Penyihir LuarBiasa dalam akhir Masa Belajarnya. Satu-satunya masalah adalah, tidak ada Murid yang pernah kembali dari tugas tersebut, baik hidup maupun mati.

Sementara itu, Nicko dan Snorri masih terjebak dalam Masa yang lain. Jenna yang bertekad menemukan kakaknya kembali, malah terseret bersama Septumus dan Beetle dalam Queste yang membahayakan.

Author Angie Sage

Comments (0)

Tags: , , , ,

Buku – Cinta Yang Terputus – V.Lestari

Posted on 24 January 2012 by admin

Sarah terkesiap ketika secara tak sengaja mendapati Arman, kekasihnya yang tampan dan santun, sedang bertengkar dengan ibunya. Arman bukan hanya membentak-bentak ibunya, bahkan dia Seperti itukah sisi gelap kekasihnya yang selama ini tak diketahuinya?

Malam harinya ibu Arman diketemukan mati. Sarah menjadi ketakutan. Arman-kah yang telah membunuh ibunya sendiri?.

Setelah kejadian itu, Sarah memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan Arman. Semula Arman tidak terima, tapi akhirnya ia pasrah, asalkan Sarah masih mau berteman dengannya.

Arman lalu memutuskan untuk ikut ayahnya yang sudah lama bercerai dengan ibunya. Dia tak mau lagi tinggal di rumahnya. Arman tahu ayahnya adalah lelaki jahat, yang dulu suka menyiksa ibunya. Dan dia sebetulnya takut pada ayahnya, takut pula menjadi jahat seperti ayahnya. Tapi ke mana lagi ia harus berlindung kalau tidak ke sana?

Menyadari ketakutan Arman. Sarah tetap berusaha berteman baik dengan lelaki itu, dan berusaha membawanya ke jalan yang lurus. Tapi rupanya, Teguh, ayah Arman tidak menyukai, hal itu. Arman anaknya, harus menjadi seperti dirinya. Teguh bertekad untuk tidak hanya mewariskan perusahaannya pada Arman, tapi juga sifat jahatnya pada anak lelakinya itu………

Author V. Lestari

Comments (0)

Embargo Senjata Untuk Kopassus

Posted on 18 March 2010 by author

Embargo Senjata Untuk kopassus

Selama ini Amerika tidak mau menjalin kerjasama militer dengan Kopassus. Alasannya karena Kopassus terlibat pelanggaran HAM di Timor Timur. Oleh karena itu bantuan persenjataan diembargo oleh Amerika.

Namun sekarang embargo tersebut telah dicabut karena Kopassus telah dinilai melakukan reformasi internal. Inilah hasil lobi kementerian pertahanan dan kementerian luar negeri kepada pemerintahan Obama.

Selama ini Kongres telah menekan pemerintah Amerika untuk tidak menjalin hubungan kerjasama militer dengan Kopassus dan sekaligus mengembargo persenjataannya. Setelah lobi tersebut berhasil maka sekarang lebih terbuka kerjasama baik dalam hal pelatihan bersama maupun persenjataan.

DPR bidang komisi pertahanan menilai hal itu baik. Pasalnya Kopassus masih perlu peralatan yang masih belum bisa dibuat di sini, terutama perangkat persenjataan Sniper.

Memang hemat saya lebih baik begitu . Daripada keras kepala walaupun sudah ketahuan salah. Hal itu lebih memalukan. Pasalnya kita masih butuh mereka. Lain halnya bila segala sesuatu sudah bisa dibuat sendiri seperti Cina, maka bolehlah sombong atau keras kepala. Dan harapan kita persenjataan yang dibeli mahal dengan uang utang luar negeri atasnama rakyat, jangan sampai hanya dipakai untuk menembaki rakyat. Lebih baik untuk membunuh yang benar-benar musuh kita seperti teroris, koruptor dan lain sebagainya.

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Buku – The Second Time Around – Masih Ada Kesempatan – Mary Higgins Clark

Posted on 22 February 2010 by admin

Pesawat pribadi yang diterbangkan Nicholas “Nick” Spencer, pendiri sekaligus direktur pelaksana Gen-Stone, jatuh dalam penerbangan ke San Juan, namun jenazahnya tidak ditemukan. Spekulasi terjadinya kecurangan merebak setelah Charles Wallingford ketua dewan direksi Gen-Stone, menyatakan Nick, telah membobol sepuluh juga dolar dana perusahaan dan bahwa eksperimen vaksin penyembuh kanker yang sedang dikembangkan Gen-Stone kemungkinan menemui jalan buntu.

Marcia “Carley” DeCarlo pernah bertemu Nick sekali dan langsung terkesan pada pribadinya. Ia sulit mempercayai Nick bisa mencuri uang orang banyak dan kabur begitu saja. Insting wartawannya tergelitik untuk mengungkap kebenaran.

Bersama dua rekannya di Wall Street Weekly, Carley mengumpulkan informasi dari semua orang yang pernah bertemu atau berhubungan dengan Nicholas Spencer. Ia semakin yakin Nick bukan penjahat, melainkan korban, setelah satu demi satu orang yang mungkin bisa menjadi mata rantai untuk mengungkap misteri ini mengalami musibah.

Author Mary Higgins Clark

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Buku – The Christmas Thief – Pencuri Pohon Natal – Mary Higgins Clark

Posted on 21 February 2010 by admin

Pohon cemara blue spruce setinggi 24 meter di Stowe, Vermont, tiba-tiba menjadi terkenal. Pohon itu terpilih menjadi pohon Natal Rockefeller Center. Orang-orang yang bertugas menjemput pohon itu tidak tahu bahwa Packy Noonan, penipu ulung yang baru saja dibebaskan dari penjara, menyembunyikan termos berisi berlian pada salah satu dahannya.

Setelah menyembunyikan termos itu selama lebih dari dua belas tahun, dengan semangat Packy melanggar pembebasan bersyaratnya dan buru-buru pergi ke Stowe untuk menjemput harta karunnya itu. Ia terkejut begitu mengetahui pohon istimewanya akan berangkat ke New York City besok pagi. Bersama kaki tangannya, si kembar Benny dan Jo-Jo, Packy tahu ia harus bertindak cepat. Berhasilkah Packy mencuri pohon natal itu ?

Author Mary Higgins Clark

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Buku – Daddy’s Little Girl – Putri Kesayangan Ayah – Mary Higgins Clark

Posted on 21 February 2010 by admin

Ketika Ellie Cavanaugh berusia delapan tahun, kakaknya, Andrea, tewas terbunuh di dekat rumah mereka di Oldham-on-the-Hudson. Ada tiga tersangka: Rob Westerfield, pemuda tampan dari keluarga kaya setempat, yang diam-diam menjalin hubungan dengan Andrea; Paulie stroebel, teman sekelas yang diam-diam mencintai Andrea; dan Will Nebels, pekerja serabutan yang suka menawarkan jasa kepada para tetangga.

Kesaksian Ellie membuat pria yang Ia yakini pembunuh kakaknya, dipenjara 22 tahun. Namun si terhukum tak pernah mengakui kesalahannya. Ketika orang ini dibebaskan bersyarat, Ellie memprotes pembebasannya. Namun si pembunuh tetap dibebaskan, dan kembali ke Oldham. Tak ingin nama orang ini dipulihkan, Ellie juga kembali ke Oldham dan melakukan penyelidikan untuk membuktikan orang ini memang bersalah. Penyelidikan itu ternyata mengungkap suatu peristiwa yang lebih mengerikan yang selama ini tidak diketahui.

Author Mary Higgins Clark

Comments (0)

Tags: , , , , , , ,

Buku – Comanche Moon – Ramalan Cinta – Catherine Anderson

Posted on 21 February 2010 by admin

Loretta Simpson mengalami trauma akibat serangan brutal suku Indian  Comanche yang membunuh orangtuanya dengan kejam. Kejadian itu membuatnya kehilangan suara.

Sementara itu, Hunter of the Wolf, ketua suku Indian Comanche, percaya bahwa Loretta adalah gadis dalam ramalan kuno yang ditakdirkan untuk menjadi istrinya dan menyelamatkan sukunya. Berbekal ramalan tersebut, Hunter, yang telah terpesona oeh kecantikan Loretta, bertekat unutk menjadikan Loretta sebagai istrinya, walaupun iajuga memendam kebencian terhadap kaum kulit putih yang telah membantai sukunya tanpa belas kasihan.

Ditengah-tengah konflik yang semakin meruncing antara kaum kulit putih dan Indian, Loretta menemukan dirinya semakin terseret dalam pesona Hunter yang jauh dari kekejaman Indian yang dilihatnya. Keduanya harus melalui badai pertikaian yang terjadi antara kulit putih dan Indian untuk dapat bersatu serta menemukan tempat yang aman untuk meneruskan garis keturunan Indian Comanche.

Author Catherine Anderson

Comments (0)

Tags: , , , ,

Buku – Merah – Agnes Jessica

Posted on 01 January 2010 by admin

Sesuai dengan namanya, Petra keras kepala seperti batu karang. Masa kecilnya pun keras karena ia ditolak oleh keluarganya. Iamemang tak secantik kakak pertamanya, Joana. Dan tak sepintar kakak keduanya, Helen. Dan orang tuanya tak senang mendapatkan anak ketiga lagi-lagi perempuan di saat ekonomi mereka tak terlalu baik. Tapi ia punya hati yang baik. Pertemuannya dengan Yohanes telah mengubah hidup Petra karena pria itu punya kepercayaan bahwa suatu hari gadis itu aan menjadi seorang yang luar biasa melebihi kedua kakaknya.

Tak pernah dibayangkan Petra bahwa ia akan berhubugan dengan dua orang pria kakak beradik yang seayah lan ibu. Yang satu adalah pria yang kejam dan tak berperasaan, tapi menjadi orang pertama yang mengukir cinta di hatinya. Yang satu lagi selalu menjadi penolongnya di saat ia tertimpa masalah.

Keduanya berperan besar dalam mengubah masa depan Petra. Dan tanpa Petra sedari, sebuah Kekuasaan Yang Lebih Tinggi telah memilih wanita itu untuk menjadi si Merah, yang kelak akan menolong banyak sekali orang. Khususnya di Indonesia. Bagaimana dengan kisah cinta Petra? Siapa yang dipilihnya, Nathan sang kakak yang berkuasa atau Jimmy sang adik yang selalu menyelamatkannya?

Author Agnes Jessica

Comments (0)

Tags: , , , ,

Buku – Sang Maharani – Agnes Jessica

Posted on 01 January 2010 by admin

Sebagai putri jendral di zaman penjajahan Belanda, Maharani memiliki segalanya kecantikan dan kecerdesan, harta dan kehormatan. Tapi setelah ayahnya meninggal dan Belanda kalah oleh Jepang, hidupnya berbalik 360 derajat. Ibu tirinya menjadikannya pelayannya dirumahnya sendiri. Ia tak dibagi peninggalan ayahnya. Yang paling menyakitkan, ia diserahkan ke pemerintah Jepang, yang lalu menjadikan Jugun Ianfu, pelacur untuk memuaskan tentara-tentara Jepang. Harga dirinya terempas, tubuh bukan lagi miliknya. Hidupnya menjadi mimpi buruk yang mengerikan. Perasaannya sebagai seorang manusia utuh seolah telah mati karena merasa diri bukan manusia yang berharga.

Lalu ia bertemu kembali dengan Arik, adik angkat yang sudah bertahun-tahun berpisah dengannya; adik angkat yang bergitu dicintai dan mencintai dirinya.l Inilah kebahagian yang tiada tara baginya setelah kehidupannya luluh lantak. Namun ia menyadari cinta yang dirasakannya kepada Arik sekarang ini berbeda dengan cinta yang diberikannya beberapa tahun lalu, saat mereka masih anak-anak. Seperti roti curian yang terasa manis, cinta terlarang ini menjerat dirinya. Beranikah ia meraihnya?

Author Agnes Jessica

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Buku – Firdaus Mimpi – Agnes Jessica

Posted on 15 December 2009 by admin

Dendam Erwin pada dosennya menyebabkan ia nekad memacari anak gadis sang dosen yang dipingit secara hati-hati oleh ayahnya, untuk kemudian dicampakkan. Kania, gadis tak berdosa yang selama ini tak pernah mengenal cinta, tiba-tiba seperti menemukan sebuah firdaus mimpi. Pria setampan Edwin mencintainya, dan gadis polos itu tidak tahu alasan di baliknya. Sebelum ia mereguk semua kebahagiaan yang selalu ia impikan, tiba-tiba saja sesuatu terjadi, dan kedua insan muda itu harus menyadari, setiap hal yang mereka lakukan, baik ataupun buruk, ada harga yang harus mereka bayar. Mampukah mereka menemukan kembali firdaus mimpi mereka masing-masing?

Author Agnes Jessica

Comments (0)

Tags: , , , ,

Albert Schweitzer, Tokoh Pelaksana Peri Kemanusiaan

Posted on 25 November 2009 by admin

albert-schweitzer

Sejak kecil, Schweitzer termasuk anak yang adil dan kaya akan perasaan cinta, dia selalu menyadari kekuarangan yang ada pada dirinya. Kalau menyaksikan peristiwa tragis, dia akan sakit hati, sedih dan berusaha memikirkan cara pemecahannya. Bila memperoleh suatu kebenaran setelah dia berpikir matang, maka akan dilaksanakan hingga tuntas. Pelatihan batin yang terus menerus, lambat laun membentuk kepribadiannya yang ulet dan tabah.

Keberhasilan Albert Schweitzer, selain didasari rasa cinta kasih dan ketabahannya, juga berkaitan erat dengan latar belakang keluarga serta jasa orang tuanya. Karena pendidikan keluarga yang diberikan padanya sangat baik, membuatnya tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih.

Tatkala berusia 21 tahun, dia kembali ke kampung halamannya. Di suatu pagi yang cerah, begitu bangun dari mimpinya yang indah, dia merasa dirinya adalah orang yang amat bahagia, dalam benaknya terbersit bayang-bayang betapa banyak orang yang menderita. Sehingga setelah renungan yang panjang, dia mengambil keputusan sebelum 30 tahun, akan sekolah dengan baik, belajar seni, dan setelah 30 tahun, akan mengabdikan pengetahuan yang diperolehnya sebagai sarana membantu mereka yang membutuhkannya.

Sebelum lulus perguruan tinggi, dekan filsafat memberikan tawaran untuk menjadi dosen di Perguruan Tingginya. Tapi Schweitzer berpikiran lain, menurutnya bila dia menjadi dosen, dengan sendirinya tentu akan meninggalkan pekerjaannya sebagai pendeta yang mengemban tugas mulia yaitu: menyebarkan kabar gembira, hal ini tidak sesuai dengan cita-citanya. Baginya, setiap minggu berdiri di atas mimbar, memberi penjelasan pada jemaat mengenai jalan kebenaran, barulah pekerjaan mulia. Maka dia menolak tawaran tersebut, meneruskan pekerjaannya sebagai penyebar injil dan memperdalam bidang keagamaan.

Suatu hari di usianya yang ke-29, begitu mendengar kabar bahwa penduduk Afrika sangat membutuhkan tenaga medis, dia memutuskan untuk ke sana memberi pertolongan. Dianggapnya ini misi ‘Pangilan Tuhan’.

Makanya, dia rela menanggalkan gelarnya sebagai seniman dan penuntut ilmu nomor satu yang diberikan oleh kalangan Eropa. Ia memulai lagi suatu perjalanan panjang di lorong ilmu kedokteran. Keputusan ini tidak disetujui oleh keluarga maupun teman-teman dekatnya. Namun, tatkala Albert membutuhkan biaya ke Afrika, mereka dengan senang memberikan bantuan.

Helan sangat mengagumi kepribadian Albert yang mulia, sehingga mau menyumbangkan tenaganya saat Albert membutuhkan, bahkan meluangkan waktu untuk belajar keahlian dalam bidang perawatan, lalu ia menikah dengan Albert dan bersama ke Afrika mengabdikan diri selama 30 – 40 tahun disana.

Ketika sampai di Afrika, ia segera memulai misi pengobatan. Kesulitan dan penderitaan disana tidak bisa dirasakan oleh yang belum mengalaminya. Yang mendukung mereka adalah ‘jiwa cinta kasih’. Dengan pola pengorbanan yang tak mengenal penyesalan dan keluhan, mereka menyebarkan cinta kasih pada bangsa primitif. Mereka adalah pelaksana cinta kasih sejati.

Tatkala perang dunia I, Albert merasakan betapa api perang telah menghancurkan makhluk hidup, dari dasar lubuk timbul pandangan ‘menghargai kehidupan’. Karena kalau manusia bisa saling menghargai satu sama lain, tentu tak akan timbul perang, atau bila dijabarkan secara luas, manusia hendaknya menghargai segala yang bernyawa, agar dunia penuh dengan kedamaian abadi. Berdasarkan pemikiran ini, maka di satu sisi dia menyerukan keras-keras agar manusia hidup damai. Di sisi lian,dalam kehidupan sehari-harinya dia menerapkan teori ‘menghargai kehidupan’, sampai tempat tinggalnya menjadi taman ria sekaligus tempat perlindungan bagi binatang yang lemah.

Di sekitar kita, betapa banyak orang yang suka menemukan pelaksana sejati, yang mau berkorban demi kebahagian sesama. Sehingga pengabdian Albert tampak begitu berharga. Penghargaan dunia padanya karena dia seorang pelaksana cinta kasih sejati.

Sumber dari buku Seri Tokoh Dunia Albert Schweitzer
Karangan Cho Heng ye

Comments (1)

Tags: , , , ,

Bapak Rohani Kemerdekaan India, Gandhi

Posted on 25 November 2009 by admin

gandhi

Gandhi tidak suka dijuluki orang suci, lebih-lebih tidak mau dipuja seperti dewa oleh rakyat, terhadap orang dekat dia menyebut dirinya Aba. Kalau terhadap lawan dia menyebut dirinya saudara. Orang yang benar-benar agung, semakin merasa dirinya harus bertekuk lutut di bawah jutaan rakyat, dan politikus yang sungguh-sungguh memperhatikan kehidupan rakyat, kian tidak memperdulikan kekuasan dan jabatan. Kehematan Gandhi mengandung perasaan. Suatu hari, pensil kesayangannya hilang, para pengawal membantu mencari ke mana-mana, namun tidak ditemukan, lalu seorang memberi dia yang baru, dia bersikeras menolak, dan meminta mereka tetap mencarinya, terakhir ditemukan, dia menerima dengan suka cita. Di pondok, kendati selembar kertas juga sangat berharga. Gandhi sering menulis surat dibalik kertas reklame, sedang amplopnya dibuat dari kertas-kertas kecil oleh penghuni pondok. Kendati dia berada di penjara, masih merasa kehidupan di sana istimewa dan minta dikurangi. Dia berusaha hemat, tentu ini ada kaitannya dengan kepribadiannya. Dia begitu memperdulikan penderitaan beribu-ribu sesama. Memikirkan petani miskin yang tidak mempunyai salinan, maka baginya sesuap nasi, sebatang pensil, menjadi begitu mewah.

Dia berusaha membagi ilmu pengetahuan dan berkarya menjadi dua pandangan. Dalam pandangannya, berkarya adalah senafas dan sehati dengan seluruh India, bahkan seluruh pekerja di atas bumi, pula menjadikan hal yang tidak boleh kurang dalam hidup. Tak perduli di tanah pertanian Afrika Selatan, di pondok India, maupun di penjara Ratu Inggris, dia tak pernah melalaikan kebersihan lingkungan. Dia juga pernah berterimakasih pada teman-teman seperjuangannya, teman-teman sepenjara karena mau menyantap makanan yang disediakan. Dia membuatkan meja, kursi, sepatu rumput, menenun untuk anak-anak pondok, bersamaan, kedua tangannya juga memimpin 3 milyar rakyat India memperoleh kemerdekaan bangsa. Cinta kasih yang berada dalam dada Gandhi adalah kasih terhadap jiwa yang tak terbatas. Dia mencintai kaum sudra yang menderita, tidak saja menerima mereka sebagai anggota keluarga, bahkan mempertaruhkan nyawa memperjuangkan perbedaan kasta, menggugah bangsa India agar adil terhadap sesama manusia.

Dia menyukai anak-anak yang lugu, dan selalu menyempatkan diri bermain bersama anak-anak pondok, dia juga suka menggendong bayi, mencium mereka, memanjakan seperti buah hatinya. Seusai sembahyang malam, waktu jedah, anak-anak suka lari mengelilinginya. Setelah anak-anak dewasa, merasa sulit menerima kenyataan bahwa orang tua yang ramah tamah ini sesungguhnya adalah Bapak Kemerdekaan India. Dia juga mencintai musuh, dan percaya bahwa setiap orang mempunyai dasar nulari yang baik, hanya tertutup. Dia beranggapan, bila kata-kata tidak mampu melunakkan lawan, maka setidaknya kepolosan, kerendahan hati, jujur akan membuat orang terharu, pula lawan tentu akan menaruh iba atas kesabaran, lalu membuang jauh pikiran salah. Sehingga tidak terjadi saling menghancurkan. Lebih baik dirinya yang menderita, pun tidak ingin mencelakakan musuh, dia akan meluluhkan naluri manusia, agar kedua belah pihak yang saling bermusuhan bisa saling mengasihi.

Kendati jiwanya yang terwujud berakhir dalam keadaan yang sangat ironis, dan ini memberitahu kita, berdasarkan ketulusan dan kebaikan hati seseorang tak mampu membantu sesama menjauhi tekanan, penjajahan, saling membunuh, kebencian dan tindakan yang sadis. Negara yang dicintainya terpecah belah, petani yang diperhatikan tetap miskin. Api peperangan di bumi tak henti-hentinya disulut, kaki raksasa kemewahan menginjak si miskin yang merintih. Aba Gandhi mengalir seiring arus laut ke seluruh India, namun jiwanya tetap milik semua orang. Seperti kepribadiannya yang hangat dan sederhana, sementara jiwanya agung.

Cinta, memang pada dasarnya ada, hanya saat membagikan pada diri sendiri dan orang lain, sisihkan sedikit buat diri sendiri dan bagian banyak untuk orang lain.

Sumber berasal dari buku Seri Tokoh Dunia Mahatma Gandhi
Karangan Kwok Yuen Ming

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Isadora Duncan yang hidup demi seni tari

Posted on 25 November 2009 by admin

isadora-duncan-head

Isadora Duncan lahir tahun 1878 di Los Angeles. Ayahnya seorang pedagang yang tidak begitu sukses. Hal ini membuatnya sering bertengkar dengan istrinya sehingga akhirnya mereka bercerai. Saat itu Isadora masih kecil. Untuk menghidupi ke-4 anaknya (Isadora mempunyai dua orang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan), ibunya mengajar piano. Kendati hidupnya sulit, namun mereka bahagia.

Ibu Isadroa menyukai musik dan sastra. Kesukaan ini mempengaruhi anak-anaknya. Mereka sering mendengarkan musik, menari, dan membaca sajak bersama. Karena ibunya sibuk, mereka berempat sering bermain bebas semaunya, hal ini membentuk kepribadian mereka yang suka kebebasan. Bahkan Isadora sejak kecil sudah menunjukkan sifat suka menentang dan tidak suka segala sesuatu yang penuh dengan aturan yang kaku. Karena cara itulah ia tidak mau belajar tari balet bahkan akhirnya ia pun meninggalkan sekolah. Sesudah keluar dari sanggar balet Isadora mengajar anak-anak kecil menari bersama kakak perempuannya. Ia juga mengadakan pertunjukan drama bersama kakak laki-lakinya. Berbeda dengan tari balet yang sudah baku tarian yang diciptakannya berpandangan bebas dengan memakai sepatu datar dan baju satin. Akhirnya, sepanjang hidupnya dia mempertahankan tariannya yang berciri khusus itu.

Ketika berusia 17 tahun, dia memutuskan memulai rencana masa depannya. Dengan ditemani ibunya Isadora menuju ke Chicago. Sayangnya pola tariannya yang berbeda masih belum bisa diterima oleh masyarakat. Akibatnya Isadora terpaksa menarikan tarian yang kurang disukainya. Hal ini membuatnya sedih. Berkat kegigihannya sedikit demi sedikit tariannya yang berbeda bisa diterima oleh masyarakat kalangan atas.

Karena dia merasa tiada masa depan di Amerika, tatkala berusia 19 tahun Isadora memutuskan pergi ke Eropa bersama keluarganya. Tujuan pertama mereka adalah London. Di kota ini tarian Isadora mendapat sambutan hangat. Selanjutnya mereka juga sukses mengadakan pertunjukan di Paris, Wina, Munich, dan Berlin. Nama Isadora mulai terkenal di kota-kota besar Eropa.

Pada saat berada di puncak kejayaan Isadora memutuskan pergi ke Yunani beserta seluruh keluarga untuk memperdalam seni Yunani. Mereka sekeluarga amat menyukai kebudayaan dan kesenian Yunani, bahkan tarian tarian berakar pada jiwa tragedi Yunani klasik. Hal ini tampak juga pada busana tariannya yaitu gaun panjang tipis tanpa alas kaki. Ini adalah mode busana Yunani kuno. Mereka tinggal di Yunani selama hampir satu tahun. Di Yunani mereka berhasil melatih sekelompok koor tragedi klasik, dan mengadakan pertunjukan ke Eropa. Karena kurang mendapat sambutan, koor terpaksa dibubarkan. Selanjutnya bersama Elizabeth, Isadora mendirikan sekolah sendratari di Grunewald, Berlin. Isadora menanamkan jiwa bebas kepada para muridnya dan ingin mereka menarikan tarian yang mampu mengungkapkan jiwa bebas mereka.

Isadora adalah pelopor emansipasi wanita yang menginginkan wanita memperoleh hak dalam masyarakat, seperti hak memilih, hak bekerja. Akibat trauma masa kanak-kanaknya, dia tidak mempercayai ikatan perkawinan, maka kendati perasaannya halus, berpacaran dengan lelaki yang dicintai, dan bahkan melahirkan anak, tapi dia tidak mau menikah. Tingkah laku semacam ini dianggap tidak masuk akal dan abnormal pada awal abad ke-20. Kematian kedua anaknya akibat kecelakaan membuatnya sangat sedih.

Suasana kacau setelah Perang Dunia I mempengaruhi kehidupan menarinya. Karena mendirikan sekolah di Rusia dan menikah dengan orang Rusia (tahun 1921), Isadora dianggap komunis oleh negara demokratis. Namun, semua ini tidak membuatnya gentar. Pertunjukannya pada bulan juli 1927 dianggap yang paling sukses. Bulan September di tahun yang sama syalnya yang berkibaran masuk ke dalam ban mobil, menyebabkan dia mati tercekik. Kematiannya yang dramatis ini laksana kehidupannya yang juga dramatis.

Sumber dari Buku Seri Tokoh Dunia Isadora Duncan
Karangan Chang Su Ling

Comments (1)

Tags: , , , , , ,

Buku – Otto and the bird charmers – Para Pemikat Burung – Charlotte Haptie

Posted on 10 November 2009 by admin

1-birdsKisah kota pepohonan The City of Trees berlanjut. Namun musim semi yang hangat tiba-tiba berubah menjadi musim dingin tiada akhir. Seluruh kota dalam sekejap mulai membeku. Semua orang pun menuduh kaum karmidee sebagai penyebabnya.

Demi menangkis tuduhan tersebut, Otto Hush, putra raja karmidee berusaha mencari penyebab bencana ini. Alih-alih menemukan petunjuk ia malah berurusan dengan seorang pencuri besar di masa lalu, Arkardy Firstborn, Sang pemikat burung.

Mengapa Arkardy tiba-tiba muncul kembali? Apa ada hubungannya dengan perubahan cuaca di kota magis itu? mampukah otto mengembalikan keadaan seperti semula?

Simak terus petualangan otto dan teman-teman barunya di seri kedua ini.

Author Charlotte Haptie

Comments (1)

Tags: , , , , , ,

Buku – Semester Terakhir di Malory Towers – Malory Towers – Enid Blyton

Posted on 10 November 2009 by admin

semesterterakhirdimalorytowers

Malory Towers adalah sebuah sekolah berasrama untuk anak perempuan. Tempatnya di tepi pantai — sebuah sekolah di mana tenis dan renang merupakan kegiatan utama. Di buku keenam ini Darrell telah menjadi ketua murid. Tetapi tidak semua siswa mempunyai rasa tanggung jawab seperti dia. Dan pada semester terakhirnya ini ia menyaksikan banyak sekali perubahan pada teman-temannya — Gwen, misalnya, yang sering mengeluh dan berhati keji; atau Amanda, yang suka memamerkan keberhasilannya dalam olahraga; atau Jo, yang tak mengerti mana yang benar, mana yang salah. Dan ada juga siswa-siswa cilik yang dengan cerdik mempermainkan Mam’zelle dengan muslihat besi berani mereka. Dalam semester terakhir Darrell ini banyak sekali kejadian yang lucu dan dramatik.

Ini buku keenam dalam serial Malory Towers, yang lainnya adalah:

Semester Pertama di Malory Towers

Kelas Dua di Malory Towers

Kelas Tiga di Malory Towers

Kelas Empat di Malory Towers

Kelas Lima di Malory Towers

Author Enid Blyton

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Buku – Kelas Lima di Malory Towers – Malory Towers – Enid Blyton

Posted on 10 November 2009 by admin

Kelas Lima di Malory Towers ini adalah buku kelima dalam serial Malory Towers. Buku-buku lainnya:

Semester Pertama di Malory Towers
Kelas Dua di Malory Towers
Kelas Tiga di Malory Towers
Kelas Empat di Malory Towers
Semester Terakhir di Malory Towers

Walaupun keenam buku itu membentuk suatu serial, setiap buku berdiri sendiri dan bisa dibaca secara terpisah. Tokoh-tokoh sama, sementara perkembangan tiap tokoh bisa diikuti dengan membaca buku-buku tadi secara berurutan. Buku keenam akan menceritakah tokoh-tokoh tadi di kelas tertinggi di sekolah mereka.

Author Enid Blyton

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Buku – Kelas Empat di Malory Towers – Malory Towers – Enid Blyton

Posted on 10 November 2009 by admin

Kelas Empat di Malory Towers ini adalah buku keempat dalam serial Malory Towers. Buku-buku lainnya:

Semester Pertama di Malory Towers
Kelas Dua di Malory Towers
Kelas Tiga di Malory Towers
Kelas Lima di Malory Towers
Semester Terakhir di Malory Towers

Walaupun keenam buku itu membentuk suatu serial, setiap buku berdiri sendiri dan bisa dibaca secara terpisah. Tokoh-tokoh sama, sementara perkembangan tiap tokoh bisa diikuti dengan membaca buku-buku tadi secara berurutan.

Author Enid Blyton

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Buku – Kelas Tiga di Malory Towers – Malory Towers – Enid Blyton

Posted on 10 November 2009 by admin

Ini buku ketiga tentang sekolah yang termashyur itu, Malory Towers, dan tentang beberapa orang muridnya: Darrell dan Alicia, Irene dan Belinda, Jean, Sally, dan Gwendoline.

Di sini akan kita temui pula Zerelda, si gadis Amerika dengan gayanya yang ‘luar biasa’. Juga akan muncul Bill, kependekan dari Wilhelmina, yang tergila-gila pada kuda. Ada pula Mavis, seorang gadis dengan suara sangat merdu, yang pasti suatu waktu kelak akan menjadi seorang penyanyi opera terkenal. Bagaimana mereka bergaul dengan anak-anak lain? Dan bagaimana dengan kedua Mam’zelle, ib Asrama, Nona Potts, dan guru-guru lainnya? Semester kali ini penuh dengan berbagai peristiwa yang menegangkan dan menggelikan…. di tahun ketiga Darrell di Malory Towers.

Author Enid Blyton

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

Buku – Kelas Dua di Malory Towers – Malory Towers – Enid Blyton

Posted on 10 November 2009 by admin

Ini adalah buku kedua tentang Malory Towers. Darrell, Sally, Gwendoline, Mary-Lou, dan beberapa temannya yang diceritakan dalam Semester Pertama di Malory Towers kini telah naik ke kelas dua. Di sini dikisahkan kegembiraan mereka, gaya bercanda mereka, pertengkaran mereka, belajar, bermain, ulangan…. semuanya begitu hidup seperti dalam buku pertama. Sebuah cerita tentang kehidupan di sekolah berasrama, dengan kisah-kisah lucu dan pribadi-pribadi menarik. Mam’zelle Dupont masih muncul di sini, mencoba untuk bertindak tegas. Alica tampil dengan muslihat kapur ajaibnya. Gwendoline dan Daphne terlibat keruwetan. Secara keseluruhan semester yang diceritakan sungguh penuh gairah kegembiraan!

Author Enid Blyton

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Buku – Semester Pertama di Malory Towers – Malory Towers – Enid Blyton

Posted on 10 November 2009 by admin

Semester Pertama di Malory Towers adalah buku pertama dalam serial MALORY TOWERS. Dalam buku ini diceritakan bagaimana Darrel Rivers untuk pertama kalinya mulai bersekolah di Malory Towers, sekolah berasrama di tepi pantai. Dengan cepat ia bisa menyesuaikan diri, memperoleh beberapa teman baru, termasuk Alicia yang nakal tapi cerdas dan gemar melakukan berbagai muslihat untuk menjebak guru-gurunya. Tetapi dalam semester pertamanya Darrell tidak selamanya merasa gembira. Banyak persoalan pelik yang harus dihadapinya: sifatnya yang suka tak bisa mengendalikan diri bila marah, sikap Sally Hope yang aneh, dan godaan keterlaluan terhadap Mary-Lou.

Inilah salah satu karya terbaik Enid Blyton. Para penggemar buku-bukunya pasti akan menempatkan serial MALORY TOWERS ini sebagai bacaan yang takkan pernah dilupakan.

Author Enid Blyton

Comments (0)

Tags: , , , , , , ,

Buku – Gua Penyelundup – Empat Petualang – Enid Blyton

Posted on 10 November 2009 by admin

“Kali ini, kukira kita tak akan menjumpai petualangan lagi,” ujar Tom kepada kedua adik kembarnya. Mary dan Jill, ketika mereka tiba di perkampungan nelayan itu untuk berlibur. Yah, musim panas tahun lalu kan mereka sudah mengalami petualangan yang luar biasa, bersama Andy, anak nelayan sahabat mereka.

Tetapi ternyata Tom keliru, karena ketika anak-anak itu sedang berlayar menuju ke karang Burung, mereka menemukan sesuatu yang sama sekali tak terduga…..

Author Enid Blyton

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here

Categories