Posted on 20 August 2009 by admin
Putri Sinyue yang baru berusia tujuh belas tahun terpaksa harus melupakan masa remajanya yang bahagia sebagai anak seorang pangeran, saat seluruh keluarganya terbunuh dalam suatu pertempuran. Sebelum meninggal, ayahnya memasrahkan nasib adik laki-lakinya yang baru berusia delapan tahun kepadanya. Di tengah pengungsian mereka dihadang bandit. Untunglah Sinyue diselamatkan oleh Nu Tahai, seorang jendral gagah perkasa yang setia pada kerajaan.
Peristiwa ini membuat Putri Sinyue mengagumi dewa penolongnya, bahkan jatuh hati kepadanya. Tanpa sadar Nu Tahai pun mencintainya, meski ia tahu bahwa putrinya sendiri juga menyukai sinyue. Mengetahui hal ini, Yanchi, istri Nu Tahai, membujuk Ibu Suri untuk mengatur perkawinan Sinyue dengan seorang pangeran.
Sinyue pun terperangkap dalam dilema. Mampukah ia mengkhianati perasaan cintanya dan hidup dalam belenggu perkawinan yang diatur oleh keluarga Kaisar ? Ataukah ia bertahan mendampingi Nu Tahai dan rela hidup menderita bersamanya ?.
Author Chiung Yao
Posted on 20 August 2009 by admin
Masih ingat kisah cinta Haochen dan Yinshuang yang memilukan ? Puluhan tahun kemudain pasangan kekasih ini menitis pada Mei Ruahung, pelukis eksentrik. dan Tu Chienchien, gadis lugi putri seorang saudagar yang merasa rendah diri tak pernah berani menyatakan cintanya. Sementara itu Chienchien menyangka Ruohung menaruh hati pada Tzehsuan, teman mereka yang memang mencintainya.
Kisah cinta segi tiga itu tambah berbelit dengan kehadiran kakak Tzehsuan, Tzemo, yang mati-matian mengejar Chienchien. Seta diramaikan lagi oleh ulah suami dan pengagum-pengagum Tzehsuan.
Bagaimana akhirnya kemelut ini dapat diuraikan?. Apakah persahabatan yang telah terjalin dengan begitu indah di antara para anggota Sanggar Lukis Kuda Mabuk akan ternoda oleh panah-panah asmara ini ?
Bagaimana pula Chenchien dapat mengatasi masalahnya dengan Ruohung, laki-laki yang selalu mendatangkan bencana bagi wanita-wanita yang berdekatan dengannya ?.
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Hsueru yang cemas akan kehilangan kedudukan dan statusnya sebagai istri pertama Pangeran Shuo, Karena belum memiliki anak laki-laki, menukar bayi perempuan keempatnya. Yinshuang, dengan bayi laki-laki yang diberi nama Haochen.
Dua puluh satu tahun kemudian nasib mempertemukan kembali Hsueru dengan Yinshuang, melalui Haochen yang jatuh cinta pada Yinshuang.
Berbagai aral menghalangi cinta kedua insan ini. Karena Yinchuang hanyalah gadis pengamen. Hambatan makin besar saat Haochen diperintahkan kaisan Chienlung untuk menikahi putri angkatnya. Lanhsiang, Putri Lan yang pencemburu tak dapat menerima kehadiran wanita lain di sisi suaminya. Ia menyiksa Yinshuang, bahkan menuduhnya sebagai siluman rubah putih.
Kedengkian Haohsiang, adik Haochen, semakin memperkeruh suasana. Ia mengadukan rahasia penukaran bayi yang selam 21 tahun ini tersimpan rapat kepada Kaisar. Haochen pun dijatuhi hukuman pengal. Yinshuang bertekada akan menghabisi nyawanya sendiri agar dapat selalu bersama Haochen. Pada detik-detik terakhir Putri Lan memohon pengampunan untuk Haochen……
Dapatkah Putri Lan menyelamatkan nyawa suaminya? Bagaimana nasib Yinshuang yang akan bunuh diri ? Mampukah Putri Lan merebut cinta suaminya, atau haruskah ia kembali gigit jari dan tersingkir ?
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Datang dari Hong Kong dengan niat menuntut ilmu, Meng Yunlou berangkat ke Taiwan meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Disini ia tinggal bersama keluarga Yang, sahabat karib ayahnya.
Kehidupan keluarga Yang yang tak kurang suatu apa, tersaput kabut karena putri mereka, Yang Hanni, tengah berjuang menghadapi maut akibat penyakit jantung bawaan sejak lahir. kehadiran Yunlou membawa makna baru bagi Hanni yang tak pernah merasakan hangatnya persahabatan. Kehangatan cinta pun merebak di antara keduanya. Yunlou yang sejak pandangan pertama jatuh hati pada Hanni, menghindari keterlibatan lebih jauh dengan gadis itu, karena cinta yang membara dapat setiap saat merenggut nyawa Hanni yang tak boleh mengalami gejolak perasaan yang menggebu. Belitan dilema semakin rumit setelah Yunlou sebagai satu-satunya anak lelaki dalam keluarga Meng, membawa beban yang berat sebagai penerus nama keluarga itu. Di sisi lain Yunlou tak dapat mengingkari perasaan cintanya pada Hanni. Sanggupkah kehangatan cinta memberi Hanni sedikit waktu untuk menikmati hidup bersama Yunlou yang ia cintai? Bagaiman hubungan Yunlou dengan kekasihnya di Hong Kong yang setia menanti ?
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Hsueke, putri seorang pangeran Manchu, jatuh cinta pada Ku Yameng, putra ibu susunya yang rakyat kebanyakan. Keduanya melarikan diri untuk melangsungkan pernikahan, namun tak kuasa melawan saat dengan paksa dipisahkan oleh ayahanda Hsueke meski perkawinan yang tak direstui itu telah membuah janin di rahimnya.
Setelah usaha orangtua Hsueke untuk menggugurkan kandungannya gagal. Hsueke akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan cantik yang langsung dibawa keluar istana kepangeranan. Yameng sementara itu dibuang untuk melakukan kerja paksa di Hsinchiang, dipisahkan dari ibu, istri dan bayi mungilnya.
Hsueke pun dinikahkan dengan Luo Chikang, pemuda terpandang pilihan ayahnya. Menolak menyembunyikan keadaan dirinya yang sudah tidak gadis lagi, Hsueke memilih memberitahukan seluruh rahasia dirinya kepada suami barunya. Chikang terbakar api cemburu, dan bersumpah akan membuat perhitungan seumur hidup denga Hsueke.
Delapan tahun kemudian, Hsueke dipertemukan kembali dengan putrinya, Hsiao Yutien, yang sengaja diselundupkan ke rumah keluarga Luo sebagai pelayan. yameng, yang kini telah menjadi orang kaya, juga menyusul untuk berkumpul kembali dengan orang-orang yang dikasihinya. Namun, kebahagian ternyata masih begitu jauh dari jangkauan mereka, sementara kemalangan demi kemalangan tak henti-hentinya menghadang di depan mata…..
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
“Tak ada satupun laki-laki di dunia yang dapat dijadikan sandaran! Tak ada seorang laki-lakipun yang tidak menjadikan wanita sebagai barang mainannya! Jangan pedulikan laki-laki, jangan percaya kata-kata mereka yang semanis madu ! Jangan teperdaya oleh bujuk rayu mereka !”
Seumur hidup, kata-kata ini telah didengar oleh Nienchi, Nienyu, dan Nienchen, tiga gadis jelita yang dijuluki Bunga Impian. Ibu mereka yang pernah dikecewakan laki-laki, bercita-cita agar mereka menjadi wanita-wanita mandiri, yang berhasil dalam studi dan karier. Ia melarang mereka bergaul, apalagi menjalin cinta, dengan laki-laki.
Namun cinta datang tanpa diundang, mengharubirukan perasaan Nienchi, yang ditaksir oleh teman kuliahnya. yang Yin. Nienchi tercabik-cabik antara perasaan cinta kepada laki-laki itu dan kecurigaannya yang terus-menerus terhadap Yang Yin. Berkaca dari pengalaman kakanya, Nienyu membentengi dirinya dengan ilmu. Dunianay hanya ada di dalam buku, semua ajakan kencan dan surat cinta dianggap angin lalu. Sementara itu si bungsu Nienchen mengambil sikap yang sama sekali berbeda. Dengan pongah dihina dan dipermalukannya pemuda-pemuda yang coba-coba mengambil hatinya. Tapi dia ketemu batunya juga, dan bertekuk lutut dihadapan Hsu Lichun yang keras hati.
Bagaimana nasib bunga-bunga impian ini ? Akankah kebahagian singgah dalam kehidupan mereka ? Atau jalan hidup mereka bahkan lebih buruk daripada yang ditempuh ibu mereka ? Ikuti kisahnya dalam impian ketiga buku ini. Simak pula kelima kisah yang lain yang tak kalah menarik, seperti percintaan segi empat antara tiga kakak-beradik dan seorang gadis. Lika-liku rumah tangga seorang pria normal dengan istri yang bisu-tuli, serta perselingkuhan antara sepasang insan yang sebenarnya ketika kecil sudah dijodohkan. Selamat bermimpi!
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Ketiganya bertemu secara kebetulan karena permainan nasib. Chingching melarikan diri dari tandu pengantinnya karena menolak menjadi selir. Hsiaocao, gadis kecil sahabatnya, ikut serta karena tidak tahan selalu dipukuli bibinya. Di tengah perjalanan mereka bertemu Shiwei, pemuda terpelajar yang kabur dari rumah karena ingin hidup mandiri.
Rasa iba membuat Shiwei memutuskan untuk mengantar Hsiaocao mencari kakek angkatnya di Yangchou. Sang kakek ternyata sudah diusir dari rumah majikannya, keluarga Fu, keluarga yang selama sepuluh tahun dirundung duka akibat kematian tuan Muda Yuenkai.
Dari pertemuan inilah kisah bermula. Nyonya Fu yang buta sepeninggal putra satu-satunya mengira Shiwei adalah anaknya yang pulang kembali. Belum habis masalah ini. Shiwei sudah harus dihadapkan pada dilema cintanya dengan Chingching dan Youlin, tunangan pilihan orangtuanya.
Bagaimanakah akhir kisah berlatar belakang pemandangan indah Yangchou ini ?. Siapakah gadis yang akhirnya dipilih Shiwei? Dapatkah keluarga Fu melepaskan diri dari bayang-bayang duka yang telah membelengu mereka selam sepuluh tahun ?
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Yiping gadis manis yang dikecewakan ayahnya. Dia dan ibunya diasingkan ke rumah kontrakan kecil berkamar satu, sementara ayahnya hidup di rumah megah bersama istri muda dan anak-anaknya.
Setiap bulan Yiping harus datang ke rumah ayahnya, menebalkan muka, meminta uang bulanan untuk biaya hidupnya dan ibunya. Hatinya sakit setiap kali dia datang ke sana, sebab ibu dan saudara-saudara tirinya selalu menghina dan memperlakukan dia seperti pengemis, hingga akhirnya dia memutuskan untuk membalas dendam pada seisi rumah ayahnya, salah satunya dengan merebut Huan Shuheng, calon kekasih kakak tirinya yang pendiam.
Ketika Yiping dan Huan Shuheng sudah merencanakan untuk menikah, tanpa sengaja sang kekasih membaca buku harian Yiping, hingga tahulah dia bahwa dirinya hanya korban pembalasan dendam gadis itu…..
Satu demi satu dendam Yiping terbalas, keluarga ayahnya hancur berantakan. Tapi bukan kebahagiaan yang didapatkan olehnya, melainkan kesepian tak berbatas….
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Benang merah sudah digariskan sejak mereka kecil, Mengfan harus menikah dengan Tienpai, pemuda pilihan orangtuanya. Namun benang asmara berkata lain, cintanya hanya untuk Hsia lei, anak yatim piatu yang dibawa pulang ayahnya sebagai balas budi karena ayah kandung anak ini telah menyelamatkan nyawanya di pedalaman Manchuria.
Ditengah gejolak Gerakan 4 Mei yang berusaha membebaskan Cina dari penjajahan bangsa asing, pesatnya arus modernisasi, serta kerasnya budaya cina, Mengfan harus menghadapi tantangan untuk meraih cintanya. Berabad silam legenda menyebutkan kisah seorang istri yang rela berubah menjadi batu, demi menanti dan berjumpa dengan suami terkasih. “Aku tak mau jadi wanita di punctak Wangfu Ya!” seru Mengfan tegar.
Di penghujung kisah Mengfan menetapkan hati untuk menyusul Hsia Lei ke pedalaman Yunnan, Tayli. Belenggu adat Cina yang kolot boleh saja membuat wanita Cina kuno berubah menjadi batu karena menanti sang suami, namun Mengfan sebagai wanita modern tidak boleh berpangku tangan. Sayang kedatangannya ke Tayli disambut dengan berita rencana pernikahan Hsia lei dengan Saiwei, putri kepala Suku Pai. Bagaimanakah akhir kisah ini? Akankah Mengfan bersatu dengan Hsia Lei atau nasibnya akan berakhir sama dengan wanita yang berubah menjadi batu di karang penantian Wangfu Ya?
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Benang merah perjodohan sudah ditentukan saat orangtua chihsuan menolong ibunda Lemei yang melahirkan dalam perjalanan, di sebuah taman bunga meihua. Malang tak dapat ditolak dalam perkelahian melawan perampok, tanpa sengaja ayah Chihsuan membunuh ayah Lemei. Perjodohan pun berubah menjadi dendam kesumat.
Delapan belas tahun kemudian, Lemei dan Chihsuan untuk pertama kalinya bertemu dalam acara pesta rakyat di dusun Wushan. Getaran cinta pun mengikat jiwa mereka. Walau lalu terhalang deraan dendam masa silam. Lemei dan Chihsuan harus berjuang keras sebelum akhirnya hubungan mereka disetujui.
Sayang nasib kembali mempermainkan mereka. Dua bulan menjelang perkawinan. Chihsuan mengalami kecelakaan dalam suatu peristiwa kebakaran. Ia memderita cacat luka bakar seumur hidup dan merasa tak pantas mendampingi Lemei. Lemei yang setia bersikeras meneruskan pernikahannya, walau yang ia nikahi hanyalah papan arwah Chihsuan.
Mampukah kekuatan cinta meluruhkan segala rasa rendah diri Chihsuan dan mempersatukan kembali cinta mereka ? Ataukah Lemei akan tetap berstatus sebagai istri yang bersuami hantu ?
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Celing bukan wanita pertama yang singgah dalam kehidupan Fei Yunfan. Sebelum berkenalan dengannya, Yunfan–pengusaha sukses berusia 38 tahun–telah memiliki sederet kisah kelam dengan beberapa wanita lain. Namun sejak pertemuan pertama, Celing yang lugu dan baru berusia sembilan belas tahun telah mencuri hati Yunfan. Sayangnya, perhatian Celing hanya tertuju pada Chu Lian, pemuda yang kebetulan juga dicintai kakaknya. Luping. Sementara Chu Lian yang sebenarnya menaruh hati pada Celing, tak dapat melarikan dir dari tanggung jawabnya terhadap Luping. Bagaimana akhir kisah cinta segi empat yang melibatkan kakak-beradik ini ?. Apakah masing-masing pihak dapat meraih kebahagiaan dan mewujudkan impiannya ? Atau semuanya harus berakhir dengan tragedi ?
Author Chiung Yao
Posted on 18 August 2009 by admin
Chin Yuchiu, seorang pelukis muda cantik berbakat bertemu dengan He Chuntze, usahawan kaya raya yang telah berkeluarga. Hati mereka bertaut, perasaan cinta yang amat mendalam tumbuh dalam jiwa mereka, hingga kemudian He Chuntze memutuskan untuk menceraikan istrinya dan menikahi Chin Yuchiu, dan mengabdikan diri seutuhnya demi kebahagiaan wanita muda itu. Namun pada akhirnya Chin Yuchiu menguburkan perasaannya dalam-dalam, dan memutuskan untuk meninggalkan He Chuntze demi istri dan anak-anak pria itu. Mereka pun berpisah, membawa serta hati yang hancur oleh kenyataan yang tak dapat mereka ingkari; bahwa mereka amat sangat saling mencintai, namun segalanya sudah terlambat. Mereka sama-sama tak kuasa menghancurkan hidup orang-orang yang telah hadir lebih dulu sebelum pertemuan mereka.
Author Chiung Yao