Adoniram dan Ann Judson
Kedua gadis Burma itu merasa takut saat mereka harus meninggalkan ayahnya, tetapi ayah mereka mengatakan bahwa hal yang teraman bagi kedua anak itu adalah tinggal bersama misionaris Amerika, Adoniram dan Ann Judson. Mah-Lo dan Len-Lay tidak mengetahui dengn pasti mengenai bahaya yang akan terjadi. mereka pun tidak mengetahui apakah orangtua angkat Amerikanya dapat dipercaya. Mungkinkah tuduhan-tuduhan bahwa para misionaris adalah mata-mata Inggris, merupakan hal yang benar ?
ketika pasangan Judson meninggalkan Kota Rangoon untuk memulai sebuah pekerjaan misi di Kota Ava, Kota Emas, kedua anak perempuan itu dibawa serta untuk melakukan perjalan berbahaya melalu sungai. Perjalan yang akan memisahkan mereka dari ayahnya sejauh 350 mil. Apakah mereka akan kembali bertemu dengan ayah? Apakah mereka akan tiba di tempat tujuan dengan selamat? Bagaimana sang kaisar Burma menganggapi petisi Pak Judson untuk memberikan kebebasan beragama bagi para petobat Kristen ?
Akhirnya kedatangan mereka diikuti oleh malapetaka. Saat pihak Inggris menyerang Burma, semua orang asing berkulit putih, termasuk Adoniram Judson, digiring memasuki Penjara Maut yang mengerikan. Setiap petunjuk mengarah pada bukti bahwa pasangan Judson adalah mata-mata. Dan seorang anak laki-laki peranakan Burma dan Inggris bernama Myat Rodgers, bersikeras untuk membuktikan bahwa pasangan itu bersalah. Haruskah kedua anak perempuan itu memberi tahu pihak berwenang mengenai hal yang mereka ketahui? Atau akankah mereka semua berakahir di Penjara maut?
Tanpa pertolongan Ayah siapa yang dapat mereka percayai ?
Author Dave dan Neta Jackson


![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=e7f66373-8c6d-4e17-8ba5-4f922e5b29a3)



